Raster Calculator Dan Map Algebra Di Arcgis Pro

Julian Sterling
-
raster calculator dan map algebra di arcgis pro

Map Algebra adalah bahasa operasi matematika antar dataset raster yang menjadi fondasi analisis spasial berbasis grid. Di ArcGIS Pro, Map Algebra bisa dijalankan melalui Raster Calculator untuk operasi cepat, atau melalui Python dengan modul arcpy.sa untuk workflow yang lebih kompleks dan bisa diotomasi. Setiap sel raster diperlakukan sebagai variabel yang bisa dijumlahkan, dikurangi, dikalikan, atau dimasukkan ke fungsi kondisional dengan sel di posisi yang sama dari raster lain.

Konsep Map Algebra Map Algebra dibagi menjadi empat kategori operasi: Local operations Operasi di mana nilai output setiap sel ditentukan oleh nilai sel di posisi yang sama dari satu atau lebih raster input. Ini operasi paling umum.

Contoh: - NDVI = (NIR - Red) / (NIR + Red) — setiap sel dihitung dari dua band di posisi yang sama - DEM_selisih = DEM_2024 - DEM_2022 — selisih elevasi di setiap sel - Skor_total = (Slope_reclass * 0.3) + (Tanah_reclass * 0.4) + (Curah_hujan_reclass * 0.3) — weighted overlay Focal operations Operasi di mana nilai output setiap sel ditentukan oleh nilai sel dan tetangga-tetangganya dalam window tertentu. Tool seperti Focal Statistics dan filter (smooth, sharpen) masuk kategori ini.

Zonal operations Operasi yang menghitung statistik untuk grup sel yang didefinisikan oleh zona dari raster atau fitur lain. Tool Zonal Statistics — misalnya rata-rata elevasi per kecamatan — masuk kategori ini. Global operations Operasi di mana nilai setiap sel output bergantung pada seluruh raster input. Contoh: Euclidean Distance, Flow Direction, Viewshed. Raster Calculator di ArcGIS Pro Mengakses Raster Calculator - Buka Geoprocessing, cari Raster Calculator di Spatial Analyst Tools > Map Algebra. - Panel Raster Calculator menampilkan daftar raster yang tersedia di peta, tombol operator matematika, dan area ekspresi.

Bangun ekspresi dengan mengklik raster dan operator, atau ketik langsung. - Tentukan output raster. - Jalankan.

Sintaks dasar Raster di-refer menggunakan nama layer di peta, dikutip dalam tanda petik jika mengandung spasi: "DEM_drone" - "DEM_baseline" — selisih dua DEM("Band_NIR" - "Band_Red") / ("Band_NIR" + "Band_Red") — NDVI"Slope_persen" * 0.01 — konversi persen ke desimalCon("Slope" > 25, 1, 0) — kondisional: sel dengan slope > 25 diberi nilai 1, sisanya 0SetNull("DEM" < 0, "DEM") — jadikan NoData untuk sel dengan elevasi negatif Operator yang tersedia Aritmatika: +, -, *, /, // (integer division), % (modulo), ** (pangkat) Relasional: ==, !=, <, >, <=, >= — menghasilkan raster boolean (1 = True, 0 = False) Boolean/Logika: & (AND), | (OR), ~ (NOT) — mengombinasikan raster boolean Fungsi kondisional: Con(condition, true_value, false_value) — jika kondisi terpenuhi, hasilnya true_value; jika tidak, false_valueSetNull(condition, value) — jika kondisi terpenuhi, hasilnya NoData; jika tidak, valuePick(position_raster, list_of_rasters) — memilih raster berdasarkan posisi Skenario penggunaan Menghitung NDVI dari citra multispektral Normalized Difference Vegetation Index dari citra drone multispektral: ("Band_NIR" - "Band_Red") / ("Band_NIR" + "Band_Red") Hasilnya raster kontinu dengan nilai -1 sampai +1.

Vegetasi sehat biasanya > 0.3, tanah kosong 0.1-0.2, air < 0. Raster NDVI ini bisa di-reclassify untuk menghasilkan peta kelas kesehatan vegetasi. Selisih DEM untuk analisis perubahan Menghitung perubahan elevasi antara dua survei drone: "DEM_survei_2" - "DEM_survei_1" Nilai positif = area yang bertambah tinggi (timbunan, sedimentasi). Nilai negatif = area yang berkurang (galian, erosi). Raster selisih ini bisa dikalikan dengan luas sel untuk mendapatkan estimasi volume perubahan.

Weighted overlay untuk kesesuaian lahan Skor kesesuaian lahan dari beberapa faktor yang sudah di-reclassify ke skala 1-5: ("Slope_reclass" * 0.3) + ("Tanah_reclass" * 0.25) + ("Curah_hujan_reclass" * 0.25) + ("Akses_jalan_reclass" * 0.2) Setiap faktor diberi bobot sesuai kepentingan relatifnya. Total bobot harus 1.0. Hasilnya raster skor kesesuaian yang bisa diklasifikasi menjadi Sangat Sesuai, Sesuai, Cukup Sesuai, Kurang Sesuai, dan Tidak Sesuai.

Masking area analisis Membatasi analisis hanya pada area tertentu: Con("Batas_kawasan" == 1, "DEM", SetNull(1, 1)) Atau lebih ringkas menggunakan ExtractByMask — tapi Raster Calculator memberikan fleksibilitas lebih untuk kondisi kompleks. Reclassify via Map Algebra Alih-alih menggunakan tool Reclassify, reklasifikasi bisa dilakukan langsung di Raster Calculator: Con("Slope" <= 8, 1, Con("Slope" <= 15, 2, Con("Slope" <= 25, 3, Con("Slope" <= 40, 4, 5)))) Ekspresi ini mengklasifikasi slope menjadi 5 kelas sesuai standar klasifikasi lereng Indonesia.

Map Algebra via Python (arcpy.sa) Untuk workflow berulang atau ekspresi yang sangat panjang, Map Algebra lebih baik dijalankan melalui Python di ArcGIS Pro: from arcpy.sa import * import arcpy arcpy.env.workspace = "C:/Project/data.gdb" dem = Raster("DEM_drone") slope = Slope(dem, "DEGREE") aspect = Aspect(dem) # Klasifikasi slope slope_class = Con(slope <= 8, 1, Con(slope <= 15, 2, Con(slope <= 25, 3, Con(slope <= 40, 4, 5)))) slope_class.save("Slope_kelas") Kelebihan pendekatan Python: - bisa di-loop untuk batch processing - mudah didokumentasi dan di-reproduce - terintegrasi dengan ModelBuilder dan Notebook di ArcGIS Pro - mendukung variabel intermediate tanpa harus menyimpan setiap raster Environment settings yang penting Saat menjalankan Map Algebra, beberapa environment settings menentukan bagaimana raster diproses: Cell Size — jika dua raster input memiliki ukuran sel berbeda, ArcGIS Pro melakukan resampling.

Default: ukuran sel terkecil. Bisa diatur ke Maximum of Inputs untuk menghemat waktu komputasi. Extent — menentukan area output. Default: intersection of inputs (area yang dicakup semua raster). Bisa diatur ke Union of Inputs atau extent spesifik. Snap Raster — memastikan grid output sejajar dengan raster referensi. Penting agar sel-sel dari raster berbeda saling berkorespondensi dengan benar. Mask — membatasi operasi hanya pada area yang memiliki data di raster mask. Area di luar mask menjadi NoData di output.

Pengaturan ini bisa diakses melalui Environments tab di tool Raster Calculator, atau diset secara global melalui Analysis > Environments. Pitfall yang sering terjadi Pembagian dengan nol. Ekspresi seperti NDVI bisa menghasilkan error jika penyebutnya nol. Gunakan Con untuk menangani: Con(("NIR" + "Red") != 0, ("NIR" - "Red") / ("NIR" + "Red"), 0) . Tipe data output. Operasi antara dua raster integer menghasilkan integer — pembagian 5/3 menjadi 1, bukan 1.667. Kalikan salah satu operand dengan 1.0 untuk memaksa output float: "Raster_A" * 1.0 / "Raster_B" . NoData propagation.

Jika satu sel di salah satu input adalah NoData, output di posisi itu otomatis NoData. Ini bisa menyebabkan area kosong yang tidak diharapkan. Gunakan Con dan IsNull untuk menangani NoData secara eksplisit. Ukuran file output. Raster float 32-bit untuk area luas bisa sangat besar. Jika presisi 32-bit tidak diperlukan — misalnya untuk raster kelas dengan nilai 1-5 — simpan sebagai integer 8-bit untuk menghemat ruang penyimpanan.

Dari raster ke keputusan Output Map Algebra — entah itu peta NDVI, skor kesesuaian lahan, atau selisih DEM — biasanya menjadi input untuk pengambilan keputusan. Data raster hasil kalkulasi bisa diolah lebih lanjut di Global Mapper untuk visualisasi 3D atau di-export ke format GIS standar untuk diintegrasikan dengan data dari sumber lain. Untuk kolaborasi tim, raster bisa dipublikasikan sebagai image layer di ArcGIS Online yang mendukung rendering dinamis dan query piksel secara interaktif.

People Also Asked

Raster Calculator (Spatial Analyst)—ArcGIS Pro | Documentation?

Zonal operations Operasi yang menghitung statistik untuk grup sel yang didefinisikan oleh zona dari raster atau fitur lain. Tool Zonal Statistics — misalnya rata-rata elevasi per kecamatan — masuk kategori ini. Global operations Operasi di mana nilai setiap sel output bergantung pada seluruh raster input. Contoh: Euclidean Distance, Flow Direction, Viewshed. Raster Calculator di ArcGIS Pro Mengaks...

Using the Raster Calculator for Map Algebra - mapping 101?

Map Algebra adalah bahasa operasi matematika antar dataset raster yang menjadi fondasi analisis spasial berbasis grid. Di ArcGIS Pro, Map Algebra bisa dijalankan melalui Raster Calculator untuk operasi cepat, atau melalui Python dengan modul arcpy.sa untuk workflow yang lebih kompleks dan bisa diotomasi. Setiap sel raster diperlakukan sebagai variabel yang bisa dijumlahkan, dikurangi, dikalikan, a...

Raster Calculator dan Map Algebra di ArcGIS Pro | Drone Indonesia?

Map Algebra adalah bahasa operasi matematika antar dataset raster yang menjadi fondasi analisis spasial berbasis grid. Di ArcGIS Pro, Map Algebra bisa dijalankan melalui Raster Calculator untuk operasi cepat, atau melalui Python dengan modul arcpy.sa untuk workflow yang lebih kompleks dan bisa diotomasi. Setiap sel raster diperlakukan sebagai variabel yang bisa dijumlahkan, dikurangi, dikalikan, a...

ArcGIS Pro Tutorial: How to Use Raster Calculator in ArcGIS Pro for ...?

Map Algebra adalah bahasa operasi matematika antar dataset raster yang menjadi fondasi analisis spasial berbasis grid. Di ArcGIS Pro, Map Algebra bisa dijalankan melalui Raster Calculator untuk operasi cepat, atau melalui Python dengan modul arcpy.sa untuk workflow yang lebih kompleks dan bisa diotomasi. Setiap sel raster diperlakukan sebagai variabel yang bisa dijumlahkan, dikurangi, dikalikan, a...

Map algebra in Spatial Analyst—ArcGIS Pro | Documentation?

Zonal operations Operasi yang menghitung statistik untuk grup sel yang didefinisikan oleh zona dari raster atau fitur lain. Tool Zonal Statistics — misalnya rata-rata elevasi per kecamatan — masuk kategori ini. Global operations Operasi di mana nilai setiap sel output bergantung pada seluruh raster input. Contoh: Euclidean Distance, Flow Direction, Viewshed. Raster Calculator di ArcGIS Pro Mengaks...